Pendidikan merupakan sebuah
koneksi antara kehidupan dan pengetahuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama
lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kesejahteraan pada umumnya sangat
bergantung pada tinggi rendahnya tingkat pendidikan. Seseorang dengan
pendidikan yang tinggi akan memiliki tingkat kesejahteraan yang baik,
sebaliknya seseorang dengan pendidikan yang rendah akan memiliki tingkat
kesejahteraan yang kurang baik begitulah akhir dari sebuah proses dan hasil yang ciptkannya sendiri bukan berarti meremehkan kuasa Sang Pencipta melainkan bertolak dari awal pendidikan seseorang
kesejahteraan yang kurang baik begitulah akhir dari sebuah proses dan hasil yang ciptkannya sendiri bukan berarti meremehkan kuasa Sang Pencipta melainkan bertolak dari awal pendidikan seseorang
Pendidikan yang tinggi memang
bukan suatu syarat mutlak untuk mencapai kesuksesan. Tetapi, paling tidak
pendidikan dapat memberikan jaminan bagi kehidupan seseorang. Semakin ketat
persaingan yang terjadi membuat peranan pendidikan semakin penting. Tidak kita
pungkiri bahwa sebagian besar orang yang berpendidikan tinggi lebih cerdas
dalam menyelesaikan masalah yang di hadapinya. Pendidikan pun secara tidak
langsung dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang. Pendidikan itu
ibarat bekal di masa depan dimana semakin ketatnya persaingan antara
masing-masing pribadi.
Timbul pertanyaan bahwa perlukah
seorang perempuan mendapat pendidikan ?
jawabannya adalah sangat perlu. Zaman telah mulai berubah. Dahulu,
seorang laki-laki identik dengan tugasnya yang mencari nafkah untuk keluarga,
sedangkan seorang perempuan bekewajiban untuk mengurus dan mendidik anak, serta
menjadi seorang ibu rumah tangga. Tetapi, zaman sekarang perempuan juga bisa
melakukan tugas seorang laki-laki untuk mencari nafkah tanpa mengesampingkan
kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Perempuan tentunya juga berhak
untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Perempuan berhak untuk mengejar
cita-cita nya. Jadi, tidak ada anggapan bahwa pendidikan tinggi untuk perempuan
itu sia-sia. Pendidikan bagi perempuan juga dapat menjadi bekal di masa
mendatang. Tentunya, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok,
lusa, setahun, atau sepuluh tahun lagi. Bila suatu keadaan mendesak terjadi,
perempuan pun bisa menggantikan peran seorang laki-laki untuk menafkahi
keluarganya. Lalu bagaiman dengan mereka yang tidak memiliki uang yang cukup
untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi ?
Sungguh sangat disayangkan bila
seorang yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa harus pupus
cita-citanya hanya di karenakan kekurangan biaya. Tentunya pasti banyak
masyarakat di berbagai negara yang mengalami hal serupa. Mereka terpaksa harus
berhenti sekolah karena tidak berkecukupan dan akan membuat mereka merasa putus
asa. Tentunya ini sangat memprihatinkan. Keadaan yang sulit memang bila berada
di posisi seperti itu, tapi satu hal yang perlu kita ingat, “ Dimana ada
kemauan disitu akan ada harapan . ” Kita harus yakin, tidak ada yang tidak
mungkin di dunia ini. Selama kita berkemauan keras dan berusaha maksimal dan
juga tidak lupa berdoa, semua itu mungkin akan terjadi. Oleh karena itu
pendidikan yang baik sudah pasti menghasilkan generasi yang baik, sedangkan
generasi yang tidak berpendidikan sudah pasti akan terpinggirkan dalam era
sekarang ini. Semoga saja prinsip generasi kita saat ini hendaknya memegang
prinsip belajar untuk hidup bukan belajar untuk pintar.
0 komentar: