Zaman dulu di daerah Flores, NTT
– Kecamatan Mego kampung Lekebai terdapat sebuah lubang yang konon katanya, itu
adalah lubang sepasang anjing raksasa (
Lia Lako dalam bahasa orang setempat) yang sering terlihat keluar masuk
libang tersebut. Cerita ini merupakan cerita legenda masyarakat setempat.
Anjing – anjing misterius ini tidak diketahui
siapa pemiliknya, namun hanya orang – orang tertentu yang bisa
berinteraksi dengan anjing ini. Orang yang biasa berinteraksi dengan mereka,
dia akan dikawal oleh dua ekor anjing tersebut. Maka saya akan sebut orang ini
adalah tuannya anjing-anjing ini. Bapak ini berdiam di salah satu rumah adat di
daerah setempat. Anehnya anjing – anjing ini tidak terlihat setiap saat. Hanya
saat – saat tertentu bahwa akan terjadi suatu peristiwa atau musibah maka
anjing – anjing keluar dan memberi tanda kepada masyarakat setempat. Jika yang
terlihat yang keluar dari lubang atau
gua itu adalah anjing yang berwarna putih, maka itu tandanya masyarakat
setempat akan hidup damai dan berdampingan, rukun selalu. Tetapi jika yang
keluar dari dalam lubang atau gua tersebut anjing berwarna hitam, maka
masyarakat setempat dapat memastikan bahwa tidak lama lagi akan terjadi sebuah malapetaka. Dan jika dua anjing tersebut keluar bersamaan
maka semua anjing penduduk akan keluar dari rumahnya dan mengikuti kedua anjing
tersebut mengelilingi kampung. Sampai pada aakhirnya anjing penduduk akan
kembali kerumanya setelah kedua anjing misterius tersebut kembali memasuki
lubang atau gua tersebut.
Asal mulanya tempat dua ekor
anjing ini adalah sebuah tempat dimana warga perna membangun tempat ziarah dan
tempat jalan Salib (umat Katolik)
namun karena tidak terawat maka semua peralatan yang ada di tempat itu
dipindahkan ke gereja, demikian seperti yang diceritaka oleh seorang cucu dari
penunggu gua atau lubang anjing misterius itu.
0 komentar: