Pada zaman sekarang ini banyak tokoh, pemimpin, pendidik dalam masyarakat kita, dan juga para orang tua dari keluarga yang biasanya memilih pendidikan dan ilmu pendidikan yang tinggi, bahkan berkelas dunia. Mereka menyandang gelar master, doktor, profesor, dan predikat sarjana. Tetapi anehnya, di zaman sekarang ini sulit menemukan seorang tokoh yang pantas menjadi teladan hidup masyarakat atau seorang idola yang dapat membangkitkan motivasi dan cita-cita kaum muda untuk meneladaninya. Mengapa demikian ? di mana letak masalahnya ?
Mereka
mengajarkan dan menuntut supaya orang berlaku adil, benar, jujur, disiplin,
kerja keras, hidup hemat, sederhana tetapi mereka berbuat tidak adil, korupsi,
berbohong, malas, boros dan konsumtif. Mereka berceramah dan berkhotba supaya
orang peduli, solider, toleran, menghargai, menghormati, mengasihi, melayani
tanpa pamrih kepada orang lain, tetapi mereka bersikap dan berperilaku egois,
acuh tak acuh, mementingkan diri sendiri atau kelompok, membenci, memusuhi,
suka menghakimi, selalu minta imbalan dan menuntut balas jasa.
Banyak
orang lebih mengutamakan aspek lahiriah dan kelihatan dalam penampilan hidupnya
sehari-hari. Mereka sering menggunakan seragam, tanda, simbol atau atribut.
Tetapi mereka kurang menghayati dan mewujudkan aspek batiniah, substansi,
nilai, arti, makna dan ajaran yang terkandung didalamnya. Dan seandainya mereka
melakukan dengan tidak segenap hati, tidak dengan tulus, melainkan hanya karena
mereka ingin dipuji, dihormati, dikagumi, disakralkan dan hanya supaya
perbuatannya dilihat orang atau dipublikasikan media massa.
Era
saat ini banyak orang mengiklankan diri untuk dipilih menjadi tokoh atau
pemimpin masyarakat, bangsa dan negara. Mereka menyebutkan berbagai macam
pendidikan yang dimiliki atau dikuasai. Juga menawarkan dan menjanjikan banyak
program kerja untuk menarik minat masyarakat. Tetapi apakah semuanya itu telah
memenuhi dan meyakinkan harapan masyarakat ? Banyak kriteria yang harus
dimiliki oleh seorang tokoh atau pemimpin yang pantas dihormati, dipilih,
dihormati dan diteladani oleh masyarakat. Mereka harus memiliki integritas,
kredibilitas, kapabilitas dan akseptabilitas. Mereka memiliki pribadi yang
utuh, dipercaya rakyat, mampu bekerja dan diterima oleh masyarakat. Diantara
keempat kriteria-kriteria itu yang paling sulit dipenuhi adalah yang pertama
dan kedua yaitu pribadi utuh dan dipercaya. Dan kriteria inilah sebenarnya
menjadi “kunci rahasia” seorang tokoh, pemimpin, layak diteladani atau panutan
hidup masyarakat dan generasi mudah. Ini adalah sebuah kunci rahasia pribadi
manusia.
0 komentar: