Seseorang disebut guru, karena
pekerjaan sehari-harinya mengajar. Walaupun seseorang lulusan sekolah guru, ia
tidak disebut guru bila ia tidak berprofesi mengajar. Seseorang disebut sebagai
dokter, karena ia bekerja menyembuhkan orang sakit. Kendati banyak orang lulus
dari fakultas kedokteran, jika ia memilih
bekerja di bidang yang tidak berkaitan dengan usaha mengobati orang
sakit maka ia tidak disebut sebagai dokter. Dari contoh ini kita dapat
menyimpulkan bahwa pada umumnya kita melihat profesi seseorang dari apa yang
dikerjakannya.
Ada ketertarikan antara profesi
dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Yang menarik, kita sering menilai sebuah
profesi disebut baik dan mulia karena pekerjaan yang dilakukan terkait dengan
profesi itu juga mulia. Profesi sebagai seorang dokter itu mulia, karena
pekerjaan menyembuhkan orang sakit itu mulia. Sebaliknya, suatu profesi dinilai
tercela karena pekerjaan terkait dengan profesi itu tercela juga. Contoh : pencuri
itu bukan pekerjaan yang mulia karena mengambil barang milik orang lain tanpa
izin, itu merugikan.
Percaya akan apa yang kelihatan
karena yang terlihat adalah sebuah realita.
0 komentar: