Saturday, 26 December 2015

PEKA DAN TANGGAP

by bennyfasak  |  in Gaya hidup at  12:22

Jika kita cermati, apa yang dilakukan oleh “Kamu” terhadap “Aku” ? Aku minta makan, minum, tumpangan, pakaian dan sebagainya. Tetapi karena digerakkan oleh kepekaan “kamu” terhadap situasi, keadaan, penderitaan dan kebutuhan “aku” dan sikap tanggapannya dalam bertindak. Apa yang menyebabkan tokoh “kamu” mampu tampil peka dan tanggap, padahal kebanyakan orang baru menolong sesudah dimitai tolong ? sekurang-kurangnya, ada tiga keutamaan yang dimiliki “kamu” sehingga mampu tampil begitu berkenan bagi guru sejati.
Pertama : Rasa ikut bertanggungjawab terhadap yang lain, terhadap lingkungannya. Sikap ini terbangun dari pemahaman bahwa seluruh ciptaan, alam semesta saling berhubungan, saling mempengaruhi karena ada dalam satu kesatuan. Orang tidak mungkin hidup dalam kesendirian tanpa orang lain. Orang tidak mungkin hidup damai di lingkungan kumpulan orang lapar, miskin dan menderita. Setiap orang ikut bertanggungjawab untuk menciptakan kesejahteraan hidup bersama yang berkelanjutan.
Kedua : Kepakaan, yaitu kemampuan untuk mengenali keadaan sekelilingnya, kemampuan untuk ikut merasakan apa yang dialami orang lain atau empati. Kemampuan ini tumbuh jika orang tidak mementingkan diri sendiri dan mau membuka mata dan hati terhadap yang lain dan mau mearasakan apa yang dirasakan oleh orang lain “ALE RASA BETA RASA”.
KETIGA : Tanggapan untuk berbuat. Tahu saja tidak cukup. Orang perlu membuktikan apa yang dipahami dan diketahuinya dalam tindakan, sebab jika tidak, sia-sia semuanya itu. Orang macam ini punya keteguhan dan ketetapan hati untuk bertindak sesuai dengan keyakinannya. Dibutuhkan orang yang peduli untuk ikut bertanggungjawab, peka dan tanggap terhadap penderitaan dan kebutuhan orang lain dan lingkungannya. Jadi peka dan tanggap adalah suatu kewajiban kita sebagai manusia.

0 komentar:

Powered by Blogger.
Proudly Powered by Blogger.