Seorang dokter yang sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi dicegat oleh seorang bapak dari anak yang akan dioperasi oleh dokter tersebut. “ Kenapa lama sekali anda sampai ke sini ? apakah anda tidak tahu bahwa nyawa anak saya terancam jika tidak segera operasi “ ? kata dia. Dokter itu tersenyum, “ Maaf, saya tidak sedang di rumah sakit tadi, tetapi saya secepatnya kesini setelah ditelepon rumah sakit.
“Kenapa dokter itu angkuh sekali
? dia seharusnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya !” kata bapak
itu. Sambil meneteskan air mata suster mrnjawab : “ Anak dokter tersebut
meninggal dalam kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat
kami menelponnya untuk melakukan operasi pada anak bapa. Sekarang anak anda
telah selamat, dia bisa kembali berkabung.
Kata – kata yang kasar dan tidak
bersahabat dari orang lain bisa menciptakan sebuah konflik bathin yaitu tumbuh
kebencian dan amarah yang meledak-ledak. Bisa membuat hati kita tertutup kepada
siapapun. Kisah ini meningatkan pada seorang Guru sejati yang mengatakan bahwa
“ kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” kisah ini memaknai tugas dan
pelayanan seorang dokter dengan undang-undang kasih. Bisa saja ketika dia mendapatkan
kata-kata kasar dari orang tua pasien, kemudian dia marah dan pergi
meninggalkan pasien tersebut. Tetapi dia lebih menutamakan bahasa kasih.
Dari cerita singkat ini, marilah
kita menjadi pembawa kasih dimanapun kita berada dalam kehidupan sehari-hari..
0 komentar: