Didalam kehidupan ini, kita
mempunyai kecenderungan untuk mencintai dan memperhatikan mereka yang dalam
banyak hal memiliki kesamaan dengan kita. Kita mencintai mereka karena sama
suku dengan kita, sama hobinya dengan kita, sama agamanya dengan kita, sama
rasanya dengan kita. Singkatnya, kita lebih mudah mencintai mereka yang
mempunyai kesamaan dengan kita. Kenyataan ini memberikan penjelasan bahwa kita
belum hidup dalam kesempurnaan.
Kalau begitu, seperti apakah hidup
dalam kesempurnaan ? jawaban untuk pertanyaan ini adalah kesempurnaan ditandai
oleh sikap mengampuni musuh, cinta kasih yang sejati, nyata dalam sikap
mengasihi musuh. Mengasihi mereka yang berbeda dengan kita, hidup kita baru
menjadi sempurna. Kalau kita melakukan praktek cinta kasih yang sejati maka
mari kita merenungkan tiga hal berikut ini.
Pertama :
Cara hidup tak cukup berdasarkan
pada prinsip keadilan manusiawi. Hukum pembalasan yang adil yaitu, melakukan hukuman
yang setimpal dengan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Cara hidup
haruslah berdasarkan semangat cinta kasih kepada orang lain.
Kedua :
Mencintai mereka yang melukai hati
kita karena mereka juga ciptaan Tuhan. Kesamaan ini menjadi dasar sikap kita.
Ketiga :
Mengasihi semua orang tanpa
memandang perbedaan dengan menghadirkan guru sejati di dalam hati, dengan
begitu kita akan menjadi sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
0 komentar: