Kita mesti sadar akan pola pikir
dan perilaku yang umumnya dianut kebanyakan orang termasuk saya juga. Umumnya
orang mengagumi kepandaian, mendewakan harta benda, terpesona penampilan fisik
yang memanjakan mata dan terobsesi kekuasaan, kedudukan sosial dan orang
penting.
Dari kecil hingga dewasa saya
tumbuh dalam masyarakat dengan suasana kompetitif dan persaingan lebih dari
kerjasama saling menolong dan berbagi, prestasi di sekolah dan berbagai gelar
akademis. Maka tak heran jika saya
berusaha menjadi pandai karena takut direndahkan dan dianggap remeh.
Penampilan fisikpun menentukan harga diri. Saya berusaha keras untuk tidak ikut
arus yang mendewakan barang mewah dan merek terkenal. Saya bisa karena mau
menjaga keuangan tidak defisit. Kadang kala saya gagal. Dalam keluarga,
pekerjaan, organisasi dan masyarakat, saya menikmati diperlakukan sebagai orang
penting karena kedudukan dan jabatan saya. Saya merasa sedih dan kecewa jika
saya disepelehkan dan tidak dihargai. Saya menggantungkan harga diri saya pada
kecerdasan, penampilan fisik dan kedudukan saya. Saya sungguh seperti seorang
farisi yang munafik.
0 komentar: