Saturday, 14 November 2015

MENJADI BESAR KARENA RELA MENJADI KECIL

by bennyfasak  |  in Bahasa Indonesia at  07:27

Kita mesti sadar akan pola pikir dan perilaku yang umumnya dianut kebanyakan orang termasuk saya juga. Umumnya orang mengagumi kepandaian, mendewakan harta benda, terpesona penampilan fisik yang memanjakan mata dan terobsesi kekuasaan, kedudukan sosial dan orang penting.
Dari kecil hingga dewasa saya tumbuh dalam masyarakat dengan suasana kompetitif dan persaingan lebih dari kerjasama saling menolong dan berbagi, prestasi di sekolah dan berbagai gelar akademis. Maka tak heran jika saya  berusaha menjadi pandai karena takut direndahkan dan dianggap remeh. Penampilan fisikpun menentukan harga diri. Saya berusaha keras untuk tidak ikut arus yang mendewakan barang mewah dan merek terkenal. Saya bisa karena mau menjaga keuangan tidak defisit. Kadang kala saya gagal. Dalam keluarga, pekerjaan, organisasi dan masyarakat, saya menikmati diperlakukan sebagai orang penting karena kedudukan dan jabatan saya. Saya merasa sedih dan kecewa jika saya disepelehkan dan tidak dihargai. Saya menggantungkan harga diri saya pada kecerdasan, penampilan fisik dan kedudukan saya. Saya sungguh seperti seorang farisi yang munafik.
Menjadi orang sukses duniawi adalah menyenangkan. Bagi Tuhan itu tidak ada artinya. Kehebatan dan prestasi kasat mata seperti yang ditampilkan orang arogan. Hendaknya kita melakukan hal yang tidak gampang dilakukan orang lain yaitu rela menjadi kecil dengan melayani orang lain demi kesejahteraan nya. Kepandaian, kekayaan, kedudukan dan kekuasaan sebagai seorang pemimpin dipakai sebagai sarana untuk melayani sesama agar mereka juga bisa menjadi pandai, sejahtera dan mampu mencontohi dan ikut menjadi pemimpin yang melayani demi membangun umat manusia yang lebih baik. Layanilah orang lain seperti dirimu sendiri

0 komentar:

Powered by Blogger.
Proudly Powered by Blogger.