Pada suatu malam, saya
dibangunkan oleh istri katanya, “ Pa, Bangun ! ada orang. Saat itu kira-kira
pukul 02.30 dini hari. Dia benar-benar ketakutan sampai badan saya
digoyang-goyang dan hampir terjatuh ke lantai, pikiran saya sudah sadar akan
tetapi untuk membuka mata, seperti dilem. Akhirnya saya berusaha untuk buka
mata dan bertanya : Ada apa bu ? ada suara orang yang mengungkit pintu, jawab
istri saya dengan pelan.
Keesokan harinya saya melihat
pintu bagian bawah berlubang dan di lantai berserakan serpihan kayu bekas
gerogotannya. Upaya tikus itu adalah sebuah strategi yang digunakan sebagai
jalan masuk. Bukan bermaksud menyamakan manusia dengan tikus, tetapi hanya
sekedar contoh. Tikus saja punya strategi untuk mencapai sesuatu. Apalagi
seorang guru ? sudah tentu guru memiliki strategi mengajar yang jitu untuk
proses pembelajaran di kelas.
Strategi dari setiap usaha akan
mencakup empat hal, antara lain :
1. Mengidentifikasi
dan menetapkan spesifikasi serta kualifikasi hasil seperti apa yang akan
dicapai
2. Mempertimbangkan
dan memilih jalan pendekatan yang sesuai untuk mencapai sasaran
3. Mempertimbangkan
dan menetapkan langkah yang akan digunakan
4. Mempertimbangkan
dan menetapkan kriteria tolak ukur
Berkenaan dengan itu guru sebagai
pelaku atau aktor utama harus mampu mempertimbangkan empat hal tersebut
sehingga dia akan dapat menyampaikan materi sesuai dengan target yang telah
dicanangkan secara efektif dan efisien. Guru juga mesti mampu mendesain dan
mempraktekan strategi pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa-siswi
senang belajar. Jika mereka senang maka otomatis daya serap mereka akan tinggi
dan meningkat dan suasana pembelajaran akan menjadi kundusif. Maka tidak heran
bahwa guru seperti itu selalu dirindukan oleh siswa-siswinya.
0 komentar: