Tuesday, 13 October 2015

CINTA BERAKHIR DUKA

by bennyfasak  |  in Stories at  20:56



Cinta itu buta ? Memang cinta itu tidak bermata, Tapi tidak pula buta, Karena kitalah mata itu, Mata yang letaknya di hati, namu kadangkala kita menabrak batas-batas cinta itu. Milikilah cinta itu dengan penuh kelembutan, kesabaran dan sederhanaan, jangan memilikinya dengan penuh kecurangan yang hanya mengejar nafsu belaka.  Sehingga cinta itu akan menjadi murni. Tetapi tidak demikian seperti yang dilalui oleh
IA, MEJA dan WONGGE. Pertemuan antara “Wongge” dan “Meja”  tumbuh rasa cinta yang dalam di antara mereka. Cinta mereka bersemi tanpa dapat dibatasi jarak dan waktu.
Konon cerita di atas terjadi di pulau Flores yang terkenal dengan nama “ Nusa Bunga” itu. Tiga aktor di atas adalah tiga nama gunung yang terletak di kota Ende. Cinta antara WONGGE dan MEJA diam – diam dinodai oleh MEJA, karena terbujuk oleh IA, “Mengapa kamu tidak memilih saya saja, saya lebih bersih dan juga dekat denganmu daripada Wongge ”(teapa kau iwa pirhi ja’o, ja’o soo masa we’e warhi nee kau)  kata IA. Namun MEJA menolak atas dasar cintanya kepada WONGGE, setiap ada kesempatan MEJA selalu dibujuk dan dirayu oleh IA, akhirnya MEJA menduakan WONGGE.
Pada suatu kesempatan WONGGE ingin mengunjungi kekasihnya itu, sesampainya di sana, WONGGE sangat terkejut karena kekasihnya sedang berduaan dengan IA. “Siapa ini “(sai na) Tanya WONGGe kepada kekasihnya itu, namun IA berdiri dan menjawab bahwa “Saya calon suaminya” ( ja’o calon aki kai) kata IA. Akhirnya WONGGE pamit pulang.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, WONGGE kembali ke rumah kekasihnya itu dan ingin memastikan apa sebenarnya yang telah terjadi antara MEJA dan IA. Di sela-sela itu, MEJA mengundang juga IA supaya permasalahan ini segera selesai. Apa yang terjadi selanjutnya ?
MEJA menolak WONGGE dan lebih memilih IA. IA tahu bahwa WONGGE  sangat mencintai MEJA, akhirnya IA dan WONGGE berencana menghabisi MEJA. Kesempatan itupun tiba, IA menebas kepala MEJA, kepala MEJA jatuh di sebelah timur dan menjadi sebuah pulau yang diberi nama pulau Koa, pulau ini berbentuk kepala dan parangnya itu menjadi pulau Ende. Coba perhatikan gunung MEJA, di atas puncak gunung rata berbentuk Meja, dan pulau Ende berbentuk Parang.
Pulau Ende berbeda dengan kota Ende. Pulau Ende terletak di depan kota Ende.

0 komentar:

Powered by Blogger.
Proudly Powered by Blogger.