Ada seorang anak yang tampak
kumal, badannya bau sehingga dijauhi teman-temannya. Tak seorangpun yang mau
berteman dengannya. Kalau di kelas dia selalu menyendiri, tidak punya teman.
Dia masuk sekolah tetapi tidak punya catatan, juga tidak memperdulikan kegiatan
pembelajaran.
Hal itu membuat gurunya
penasaran.
Bertanyalah sang guru kepada teman sekelasnya, dimana rumah anak
itu, namun tak seorangpun tahu. Anak itu tidak mau menunjukkan alamat tempat
tinggal dia. Rupanya dia minder, rendah diri. Meskipun demikian sang guru tidak
menyerah. Dia tidak mau salah mengambil tindakan. Dia bertekad untuk mencari
alamat rumah anak itu. Dia ingin bertemu dengan orangtuanya dan mengetahui
kondisi rumah tangga orang tuanya. Dia ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi
dengan anak itu.
Sang guru memutuskan untuk
membuntutinya ketika pulang sekolah. Diam-diam si guru mengikuti anak itu dari
belakang sampai tiba di rumah anak itu. Dia tidak membayangkan sebelumnya bahwa
rumah anak itu sangat jauh. Untuk bisa mencapai tempat itu, dia harus berjalan
keluar masuk gang-gang sempit dan kumuh. Namun berkat kesabaran dan ketulusan
guru itu akhirnya sampai di rumah anak itu.
Betapa terharu hati sang guru
melihat kondisi rumah dan keluarga anak itu. Rumahnya sempit, berlantai tanah.
Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya bekerja serabutan. Adik-adiknya
banyak dan masih kecil-kecil.
Si anak terkejut mengetahui
gurunya datang ke rumahnya. Dia juga heran bagaimana gurunya bisa tahu
rumahnya. Sedangkan sang guru sendiri terenyuh hatinya. Kondisi keluarganya
yang tidak mampu dan orang tuanya yang tidak memiliki pekerjaan tetap membuat
anak itu kurang mendapat perhatian dan sentuhan hati. Keperluan sekolahpun
tidak dapat terbeli. Jadi tidak heran kalau tidak tidak memiliki peralatan
sekolah satupun.
Setelah berbincang-bincang dengan
orang tuanya, sang guru tahu kondisi sebenarnya. Hatinya terketuk untuk
membantu anak itu. Salah satu bantuan sang guru adalah pendekatan hati, selain
itu sang guru memberi motivasi belajar dengan baik dan juga membelikan buku dan
alat-alat sekolah lainnya.
Tahukah anda apa yang terjadi ?
Keesokan harinya anak itu
berangkat sekolah pagi-pagi dan sampai di sekolah paling awal. Dia tidak
berulah lagi seperti sebelumnya. Dia memperhatikan penjelasan guru dan
mengikuti pembelajaran dengan baik. Dia menjadi seorang siswa yang baik, dan
semangat belajarnya meningkat. “Pendekatan hati memang sangat ampuh dan mulia”.
(Benny Fasak)

0 komentar: