Jika seorang guru bukan panggilan
jiwanya, hasilnya tentu tidak maksimal. Pada awal pasca kemerdekaan, banyak
pendahulu kita rela mengajar tanpa bayaran. Mereka rela berkorban memandaikan
generasi penerus. Guru bukanlah pekerjaan semata. Di dalamnya tumbuh niat tulus
dari pelaku. Ketika menjadi guru hanya sebagai pekerjaan atau pelarian dari
harapan yang belum tercapai, yang terjadi adalah pendidikan yang tidak
berkualitas.
Apa yang terjadi di lapangan
ternyata fenomena pendidikan belum sesuai harapan. Salah contoh yang terjadi baru-baru ini yaitu
nyontek massal pada UN.
Apa arti fenomena tersebut ?
sikap terbuka telah hilang. Mentalitas siap kalah dilupakan. Sikap kesatria
juga telah lenyap. Saya masih ingat betul ketika saya menempuh ujian akhir SMP.
Dalam satu kecamatan ada beberapa SMP induk. Saat ujian, beberapa sekolah harus
menginduk. Saat itu siswa – siswi dari dari berbagai kampung harus berkumpul di
satu sekolah. Dari sekian anak yang ujian ada juga yang tidak lulus. Yang tidak
lulus ini hanya mendapat surat tanda tamat saja. Namun mereka tetap berupaya
tanpa permainan curang. Pada saat itu mereka dididik untuk jujur, tanggung
jawab dan bersikap kesatria
0 komentar: